Sunday, March 17, 2019

Tipe Orang Mancing

Mancing adalah hiburan yang menyenangkan menurut orang yang hobi mancing. Bagi orang yang gag suka mancing, kegiatan ini hanya terlihat membosankan, buang-buang waktu dan kurang gawean kalau kata orang jawa. Mancing bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dilakukan dengan bahagia. Heheheh.
Ada beberapa tipe mancing yang bisa kita temui.

1. Mancing Totalitas
Orang yang mancing dengan tipe ini betul-betul menjadikan hidupnya untuk memancing. Dia gag kenal pagi atau malem, kalau udah pengen mancing pasti akan dijalaninnya. Gag peduli cuaca lagi terang atau hujan, ia akan tetap berangkat. Dia akan berangkat walau gag ada kawan. Karena dilakukan dengan semangat biasanya hasilnya juga lumayan, setidaknya bisa dibuat lauk pauk. Moto hidupnya adalah, “ hidup untuk mancing gag peduli omongan orang” .

2. Mancing Hura-hura
Tipe mancing ini biasanya mau berangkat mancing kalau ada banyak temennya. Kalau cuma sendirian, dia males-malesan dan cenderung gag jadi berangkat. Tipe pemancing jenis ini suka eksis di sosial media, memamerkan aktivitas mancingnya walaupun sering gag dapet. Tipe mancing ini biasanya suka bikin seragam komunitas mancing, tujuannya biar kelihatan eksis dan profesional padahal kenyatannya sebaliknya.

3. Mancing Mager
Tipe pemancing ini agak sedikit males-malesan buat keluar rumah. Dia malas pergi karena alasannya macam-macam, misalnya malu kalau ketahuan tetangga, takut kulitnya jadi hitam, malu kalau ketika mancing gag dapet hasil, atau ogah-ogahan karena di sungai kondisinya basah dan becek. Akhirnya tipe ini suka mancing ikan di kolam. Beruntungnya dia punya kolam di rumah, kalau enggak bisa-bisa kolam tetangganya dia embat juga. Parah. Dia juga gag mau repot untuk dapetin umpan pancingnya, males kalau kudu nyari. Biasanya tipe pemancing ini sukanya beli umpan di toko pancing dekat rumahnya.

4. Mancing emosi
Ini tipe mancing yang kudu dihindari. Akibat perbuatan ini berefek serius. Bisa dimarahin orang, dikata-katain atau paling serem dimasa orang-orang. Tipe mancing ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Kalau secara online dia akan mulai mancing bikin perkara yang memicu twitwar di twitter dengan cara menyinggung pasangan calon presiden misalnya, atau ngeledek klub sepakbola lain yang habis kalah di pertandingan liga. Semua dia lakukan dengan dengan iseng, karena tipe orang seperti ini biasanya sedang ada masalah di hidupnya contoh dia punya utang, lagi marah-marahan dengan istrinya, atau gajiannya telat. Saran saya kalau lagi ada masalah jangan coba-coba bikin perkara apalagi di sosial media yang efeknya bisa viral!

Saturday, March 16, 2019

Ketika Kucing Menangis

       Jangan salah lo, kucing itu bisa menangis. Aku punya banyak kucing, kalau dihitung dari awal aku mengenal kucing sepertinya sudah puluhan kucing yang tinggal di rumahku. Tapi kucing-kucing itu tidak abadi, ada yang pergi karena bosan denganku, ataupun mati. Matinya kucingku juga ceritanya beragam. Kucing hitam Michi misalnya, dia mati karena sudah tua. Badannya sakit-sakitan, kurus dan tak terurus. Beda lagi dengan Loli, dia kucing lucu yang mati dengan cara tragis. Dia mati karena digigit anjing. Jangan ketawa, please. Ini menyedihkan tauk. Waktu itu malem-malem, dia lagi di luar sama saudaranya, Moly. Mereka berdua lagi bermain. Eh tiba-tiba dia didatengin sama dua anjing besar warnya hitam. Lalu terdengar suara gaduh, si Loli teriak mengeong dan diikuti lolongan anjing yang biadab itu. Saya pun lari mendengar itu, lalu terlihat sekelebat bayangan anjing yang lagi membawa loli dengan digigit. Aku pun mengejarnya, kira-kira 500 m aku menemukan mereka. Lalu anjing-anjing itu pun aku teriaki dan akhirnya pergi. Tapi malang nian nasib si loli, dia tergeletak di tengah jalan cor blok. Dia tak berdaya, tak ada suara dan tak bergerak lagi. Aku angkat tubuh mungilnya, aku goyang-goyangkan sambil aku panggil namanya. Hening, tak ada suara. Waktu itu pukul 24.30 dini hari. Lalu aku cek bagian tubuhnya, di perutnya sudah ada darah becucuran… seram. Sadis dan beringas, aku marah dan emosi. Si anjing-anjing biadab itu sudah mmebunuh Loli kecil yang tak berdosa.

        Aku pun membawa jasad Loli pulang dan malam itu pun aku gali tanah di halaman rumahku dan Loli aku kubur malam itu juga. Sambil ditemani oleh ibu dan istriku serta si Moly yang ikut meratapi kepergian saudaranya yang lucu. Sedih banget dan aku berjanji akan menimpuk batu sekeras-kerasnya kepada dua anjing itu kalau lewat depan rumah. Aku pun menatap si Moly , dia terlihat muram dan sedih. Kulihat dia menangis. Yaa, kucing keturunan persia itu terdiam sambil menangis di dekat pusara saudaranya. Aku ikut sedih dan mendoakan semoga Moly ikhlas dengan nasib yang menimpa saudaranya.


         Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak melihat Moly lagi, mungkin dia pergi mencari teman. Aku lihat-lihat benar-benar gag ada tanda-tanda dia habis main di rumah. Lalu aku mendengar info dari pamanku, dia sedang ada di sumur depan rumah. Ternyata disitu dia menemukan bangkai kucing yang bulunya panjang. Kucing itu mati dengan perut membesar karena sudah minum air sumur yang banyak. Aku mengenal kucing itu. Ternyata itu si moly. Yak, akhirnya dia menyusul saudaranya yang telah pergi. Aku pun makin sedih, mengingat dau kucing itu kicing penurut yang lucu dan menggemaskan. Konon moly masuk sumur karena dikejar-kejar sama kucing jantan yang mau ngajak kawin. Ingat, makanya kalau kawin jangan maksa-maksa yah, nanti akibatnya fatal. Itulah pesan yang perlu generasi milenial ingat saat ini, tidak boleh ada kawin paksa. Orang yang nikah (kawin) dengan sukarela aja bisa berakhir cerai apalagi yang dipaksa-paksa. Yaa Rab Yaa Tuhanku ampuni dosa-dosaku karena sudah menulis yang tidak bermutu.

Saturday, November 24, 2018

PSSI Bisa Apa Aja !

     Di tengah bencana alam yang bertubi-tubi melanda negeri tercinta kita, ada bencana yang juga tak kalah dahsyatnya menimpa dunia persepakbolaan nasional. Saat ini Indonesia sedang mengalami situasi kegelapan (dark age) dunia sepakbola. Federasi yang bertanggung jawab atas kemajuan sepak bola tanah air mengalami cacat mental dan missmanajemen. Sayangnya mereka-mereka yang diamanahi duduk di jajaran pengurus federasi masih merasa ayem tentrem nyaman-nyaman saja dengan situasi ini.

    Evan Dimas dan kawan -kawan terseok-seok di Piala AFF, bahkan sebelum menyelesaikan sisa satu laganya sudah dinyatakan tersingkir karena kalah perolehan poin dengan Thailand dan Philipina. Miris! Bagaimana mungkin harapan begitu besar dari para fans sepakbola tanah air selama ini malah justru dijawab dengan tontonan prestasi yang buruk, bahkan bisa dibilang hancur. Ini betul-betul memuakkan. Lebih memuakkan lagi kalau melihat para pengurus federasi sepakbola (PSSI) yang amburadul itu. Publik tanah air tidak bermaksud menghujat permainan tim nasional yang dilatih Bima Sakti ini. Karena lagi-lagi pemain dan pelatih hanyalah korban dari tidak becusnya para pemangku kebijakan. Tapi lebih kepada para pengurus federasi sepakbola PSSI. Lihat saja, ketua PSSI nya kelihatan tamak jabatan dengan nyambi menjadi kepala daerah. Publik sepakbola  mengharapkan agar Edy Rahmayadi agar fokus menjadi gubernur saja dan mundur dari jabatan ketua PSSI.

    Contohlah perilaku ketua-ketua federasi di luar negeri sana, dimana begitu timnasnya bermain buruk langsung mengundurkan diri. Seperti Ketua Federasi Sepakbolanya  Italia (FIGC) saat Italia gagal masuk Piala dunia di Rusia kemarin. Atau tidak usah jauh-jauh ke negerinya Allesandro Del Piero, contoh yang dekat sudah ada yakni di Malaysia. Begitu timnasnya jelek langsung dengan legowo ketuanya mengundurkan diri. Kita  masih heran memang dengan perilaku orang-orang tamak jabatan di negeri ini. Maunya punya jabatan ganda, kinerja asal-asalan, hanya ingin mencari kekuasaan . Tidakkah punya rasa malu?
    Coba kita flashback sebentar, di awal-awal tahun 2018. Kita sebagai publik sepak bola tanah air bisa muncul harapan begitu besar saat hadirnya pelatih yang merupakan mantan pemain Tim Nasional Spanyol, Luis Milla ke negeri kita ini.Ibarat sedang kehausan di tengah Gurun Sahara yang begitu panasnya tiba-tiba menemukan oase dengan sumber mata air yang jernih.  Kita semua bersuka cita, deg deg ser dan penasaran jadi seperti apa timnas kita setelah dilatih Milla. Dalam waktu tidak begitu lama, beberapa lini permainan mulai dibenahi. Kerja keras Luis Milla dan tim menuai hasilnya.

    Alhasil publik diperlihatkan permainan cantik khas Spanyol yang berkelas dunia. Publik merasa terhibur, puas dengan capaian Luis Milla. Publik menemukan sebuah kemajuan pesat  permainan timnas, dimana penguasaan bola menjadi begitu baik, passing-passing juga akurat dan shooting jarak jauh pun mengarah dengan tepat. Intinya publik sangat puas. Publik mengelu-elukan Luis Milla. Ada harapan besar untuk bisa menjuarai piala AFF tahun ini. Namun gelombang ujian bagi Luis Milla mulai datang, pertengahan tahun 2018 kinerja pelatih dinilai gagal oleh federasi, entah maksudnya gagal itu seperti apa, mungkin karena PSSI maunya hasil instan bisa menjuarai semua turnamen bergengsi, padahal pembentukan tim sepakbola butuh proses yang tidak singkat. Akhirnya nasib pelatih berkebangsaan Spanyol ini mulai tidak jelas.
    Selidik punya selidik manajemen PSSI ini ternyata  absurd juga,pembayaran gaji pelatih dan tim mengalami penunggakan. Jangan-jangan selama ini PSSI tidak membayar gaji pelatih ya? Mendengar kabar itu seluruh fans tanah air mengelus dada, tersyat-sayat hati menyayangkan sikap PSSI yang arogan tersebut. Betapa pelatih favorit para fans tanah air diperlakukan seperti itu oleh orang-orang yang gagal mengelola federasi. Setelah itu malah muncul kabar dipecatnya Luis Milla semakin santer di telinga para fans, di sisi lain para pengurus PSSI terlihat tidak mau ambil pusing menanggapi pertanyaan media yang mewakili suara hati pecinta sepakbola tanah air. Malah ketua PSSI Edy Rahmayadi justru mengatakan “besok Luis Milla akan tiba di tanah air dan kembali melatih timnas”. Ucapan itu tentu tak terbukti, hanya sekadar sebagai pemanis ucapan dan penurun tensi tekanan dari publik. Dan betul saja, Luis Milla tidak pernah datang lagi dan melatih timnas sepakbola Indonesia.

    Ketidakhadiran pelatih top berkebangsaan Spanyol itu memberi efek yang begitu nyata di tubuh timnas, meskipun pengganti pelatihnya sekarang adalah mantan asisten Luis Milla itu sendiri. Kekalahan demi kekalahan terus dialamai timnas, dari sisi permainan juga sangat buruk, tidak ada visi bermain yang jelas dan terlihat hanya asal-asalan. Praktis sampai detik ini Timnas hanya bisa unggul melawan tim yang rutin juru kunci, Timor Leste. Melawan Singapura dan Thailand mengalami kekalahan, belum lagi nanti saat melawan Philipina yang sekarang dilatih pelatih terbaik tim nasional Inggris era David Beckham. 

    Harapan Pecinta Sepakbola tanah air sebenarnya sederhana,tidak ingin agar timnas semakin terpuruk kalau bisa sih dapet piala AFF. Intinya publik ingin agar timnas kembali berjaya seperti saat dilatih Luis Milla, dan tentunya para pengurus PSSI mulai dari ketuanya harus mau mundur baik dengan legowo atau terpaksa demi kepentingan nasional tim sepakbola Indonesia ! Kalau tidak, lalu mau dibawa kemana Sepak bola kita wahai Bapak Gubernur?

#EdyOut #RevolusiPSSI #KembalikanLuisMilla.

Thursday, August 30, 2018

Menengok Keberkahan



Jumlah saudara Nabi Yusuf ada 11 orang, namun dengan banyaknya mereka justru saling bersekongkol untuk mencelakai Yusuf. Sedangkan Nabi Musa hanya punya 1 saudara yaitu Harun dan dia mewakafkan dirinya berjuang untuk menjadi wakilnya Musa. Karena itu mintalah selalu kepada Allah keberkahan dalam kehidupan, harta, keturunan, dan rizqi baik itu sedikit ataupun banyak. Karena yang menjadi ukuran bukanlah jumlah, akan tetapi barokah.

Berkah : Adalah pasukan yang tersembunyi dari pasukannya Allah SWT. Allah mengutusnya bagi siapa yang dikehendakinya. Maka bila mendapatkannya akan meliputi waktu, umur, harta, dan keturunan.

Berkah : Bila sudah meliputi harta maka akan bertambah banyak dan bila meliputi keturunan aka akan menjadi kebaikan untuknya, dan bila meliputi jasad maka akan bertambah kuat dan sehat. Dan bila meliputi hati maka akan membahagiakannya.

Semoga Allah SWT memberkahi kita semua. Aamin.

Monday, August 27, 2018

Menimbang Masalah Akut Umat Islam Indonesia



 Oleh Nasrudin Nur Isnaini

     Umat Islam merupakan salah satu golongan umat beragama yang besar di dunia. Di Negara-negara Barat saat ini seperti Inggris dan Amerika Serikat, pertumbuhan Umat Islam mengalami kemajuan pesat. Banyak rumah ibadah terutama Agama Kristen yang berubah menjadi masjid. Tentu hal tersebut bukan karena paksaan, mereka secara sukarela memilih untuk menjadi  muslim. Di Barat, fenomena orang berpindah agama dari Kristen kepada Islam begitu masif. Tidak hanya pemeluk kristen, tapi juga orang-orang atheis yang awalnya tidak mengakui keberadaan Tuhan dalam hidup ini.
    Fenomena ini diawali oleh aksi terorisme 911 yang ada di New York. Waktu itu diberitakan bahwa Islam adalah terorisme. Atas dasar rasa penasaran itu mulailah warga Amerika membaca buku-buku Islam, Kitab Al-quran dan sumber-sumber Islam lainnya. Alhasil pandangan mereka yang negatif terhadap Umat Islam dan Agama Islam, lambat laun menjadi berkurang.
    Bagaimana dengan keadaan Umat Islam di Tanah Air? Di sini  Umat Islam menjadi umat mayoritas. Setidaknya mereka yang mengaku Islam dengan dibuktikan dengan KTP. Walaupun secara pengamalan malah justru banyak yang jauh dari Islam. Umat Islam di tanah air memiliki keunikan dibanding di negara lain. Ianya memiliki banyak sekali ragam budaya dan tradisi. Selain itu hanya di Indonesia inilah Mahzab Ajaran Islam begitu lengkap.
    Dalam hal kekayaan budaya dan tradisi, Umat Islam di Indonesia memang unggul. Akan tetapi mari kita lihat dalam pengamalan sehari-harinya. Tingkat keramaian masjid misalnya, akan sering kita dapati minimnya jamaah sholat di masjid terutama sholat Subuh. Dalam hal kebersihan misalnya, ajaran Islam memerintahkan untuk menjaga kebersihan tapi dalam praktik keseharian Umat Islam malah jauh dari hal itu. Kalau kita berjalan di jalanan kota-kota di tanah air, jelas akan mudah kita jumpai sampah berserakan dimana-mana. Beda dengan di negara maju seperti Singapura. Konon di sana orang akan berfikir dua kali kalau mau membuang sampah sembarangan. Padahal di Singapura, mayoritas pemeluk agamanya bukan Islam.
    Dalam praktik bernegara, berapa banyak pejabat yang beragama Islam yang terjerat kasus korupsi. Bahkan kalau kita simak, di sebuah kementerian Agama pun yang notabene harus menjadi tauladan kebaikan malah justru terdapat kasus korupsi yang jumlahnya besar. Yang dikorupsi tidak tanggung-tanggung, yakni kegiatan ibadah haji dan pengadaan Kitab Suci Al-Quran, sungguh terlalu. Penginternalisasian nilai keagamaan khususnya Agama Islam terbukti masih jauh dari harapan. Seharusnya semakin relegius seseorang, kemauan untuk melakukan korupsi juga menurun. Namun itu semua hanyalah fatamorgana, orang hanya terlihat religius karena menggunakan simbol-simbol keislaman semisal peci, baju koko, atau sarung tetapi tidak betul-betul religius di dalam hatinya.
    Di negeri ini pun, toleransi antarpemeluk mahzab Islam juga cukup mengkhawatirkan, terutama akhir-akhir ini. Sebagi contoh pembubaran kajian yang diselenggarakan oleh Ustadz Felix Siauw oleh kelompok tertentu  beberapa waktu lalu. Ini menjadi catatan buruk kehidupan toleransi keagamaan khususnya toleransi antarmahzab Islam. Ini sungguh mengkhawatirkan, ormas yang dimana-mana “jualan” toleransi malah justru menjadi terdepan dalam pembubaran kegiatan pengajian oleh kelompok yang dianggap berbeda. Seharusnya kelompok yang mendewa-dewakan toleransi ini menunjukkan praktik yang benar bukan malah mencontohkan hal-hal yang merugikan Umat Islam.
    Dalam hal ekonomi, Umat Islam juga masih tertinggal dibandingkan umat yang lain, sebut saja Yahudi. Umat Islam selalu menjadi bulan-bulanan Umat Yahudi. Terutama dalam hal media. Umat yahudi adalah penguasa sesungguhnya media-media pemberitaan baik di koran maupun di televisi. Korbannya juga lagi-lagi Umat Islam. Islam dan Umat Islam dicitrakan begitu buruk di media-media miliknya Yahudi, entah dituduh teroris, kriminal, primitif, dan lain sebagainya yang sangat tidak pantas.
    Secara ekonomi, Umat Islam masih jauh tertinggal. Bahkan di negeri kita mayoritas orang miskin adalah orang-orang Islam. Mereka seakan-akan diperas oleh minoritas di negeri ini yang kebanyakan orang non Islam dan kaum pendatang. Padahal saham terbesar dalam memerdekakan negeri ini dari penjajahan adalah orang Islam. Karena miskin itulah Umat Islam menjadi mudah untuk tergoda dengan iming-iming duniawi. Akibatnya banyak kita jumpai di pelosok negeri mereka yang menjual aqidahnya demi keuntungan materi. Amat disayangkan memang, maka dari itu umat harus merdeka dari jeratan ekonomi yang dapat memunculkan potensi jual beli aqidah umat. Dai dan ulama tidak cukup hanya memberi saran melalui mimbar-mimbar masjid dan seminar, namun harus ada gerakan nyata pemuka untuk menstimulasi ekonomi umat. Jika ekonomi umat kuat, saya yakin kita akan menjadi umat yang mampu memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya untuk negeri ini, bahkan dunia. Dalam keadaan yang sekarang saja kita bersyukur bisa ikut membantu kehidupan saudara kita di Palestina, apalagi suatu saat nanti kita menjadi umat yang berdaya saing ekonomi, maka akan semakin mudah untuk membebaskan saudara kita dari penjajahan Zionist Israel.
    Secara ilmu pengetahuan, kondisi Umat Islam saat ini juga mengalami kemunduran. Dahulu Islam  menjadi pioner kebangkitan ilmu pengetahuan baik di dunia arab maupun Barat. Eropa mengalami kebangkitan dari zaman kegelapan karena adanya sumbangsih peradaban dari Islam. Lalu Eropa mencapai puncak kejayaannya saat ini, sedangkan Umat Islam yakni dunia Arab dan juga Nusantara menunjukkan trend penurunan. Keadaan ini membuat Umat Islam harus sadar dan segera bangkit. Ketika teknologi dan ilmu pengetahuan tidak kita kuasai, lalu bagaimana kita bisa menjadi solusi di tengah penderitaan manusia akibat kesenjangan dan eksplorasi alam yang begitu luar biasa ini. Umat Islam melalui campur tangan negara harus bisa mandiri dan berdaya saing agar tidak terus-terusan hanya menjadi pasar penjualan produk-produk teknologi Barat. Negeri-negeri Islam harus bisa menciptakan karya teknologinya sendiri agar tidak didikte oleh kepentingan asing.
    Di tanah air, kondisi perpolitikan saat ini mengalami situasi yang panas. Sebentar lagi kita akan menghadapi tahun pemilu terutama pilihan presiden. Umat Islam dihadapkan pada pilihan yang beragam. Suara Umat Islam juga sedang menjadi incaran banyak pihak. Semua golongan sedang berlomba-lomba mendapatkan simpati dari Umat Islam. Tokoh-tokoh dan pemuka Agama digandeng mesra demi meraup suara umat. Bahkan dari salah satu kubu calon presiden pun tidak tanggung-tanggung menggandeng tokoh sesepuhnya ormas Islam terbesar di Indonesia. Di tahun politik ini semua pihak akan mendekat kepada Umat Islam, banyak diantaranya yang menjanjikan jabatan bermacam-macam asal suara bisa didapatkan. Umat Islam melalui ormas-ormasnya kembali pecah satu sama lain terkait dukungan politiknya. Sangat disayangkan memang, seharusnya dengan jumlah Umat Islam yang besar ini dan dapat dikelola dengan baik tentu akan menghasilkan satu kekuatan politik yang kuat untuk mengalahkan dominasi-dominasi negara-negara asing yang antiIslam. Sekali lagi pekerjaan rumah Umat Islam saat ini tidak ringan, butuh perjuangan besar untuk menyelesaikannya.

    ~sekian semoga menjadi pengingat bagi kita semua ~

Tipe Orang Mancing

Mancing adalah hiburan yang menyenangkan menurut orang yang hobi mancing. Bagi orang yang gag suka mancing, kegiatan ini hanya terlihat mem...