Saturday, March 16, 2019

Ketika Kucing Menangis

       Jangan salah lo, kucing itu bisa menangis. Aku punya banyak kucing, kalau dihitung dari awal aku mengenal kucing sepertinya sudah puluhan kucing yang tinggal di rumahku. Tapi kucing-kucing itu tidak abadi, ada yang pergi karena bosan denganku, ataupun mati. Matinya kucingku juga ceritanya beragam. Kucing hitam Michi misalnya, dia mati karena sudah tua. Badannya sakit-sakitan, kurus dan tak terurus. Beda lagi dengan Loli, dia kucing lucu yang mati dengan cara tragis. Dia mati karena digigit anjing. Jangan ketawa, please. Ini menyedihkan tauk. Waktu itu malem-malem, dia lagi di luar sama saudaranya, Moly. Mereka berdua lagi bermain. Eh tiba-tiba dia didatengin sama dua anjing besar warnya hitam. Lalu terdengar suara gaduh, si Loli teriak mengeong dan diikuti lolongan anjing yang biadab itu. Saya pun lari mendengar itu, lalu terlihat sekelebat bayangan anjing yang lagi membawa loli dengan digigit. Aku pun mengejarnya, kira-kira 500 m aku menemukan mereka. Lalu anjing-anjing itu pun aku teriaki dan akhirnya pergi. Tapi malang nian nasib si loli, dia tergeletak di tengah jalan cor blok. Dia tak berdaya, tak ada suara dan tak bergerak lagi. Aku angkat tubuh mungilnya, aku goyang-goyangkan sambil aku panggil namanya. Hening, tak ada suara. Waktu itu pukul 24.30 dini hari. Lalu aku cek bagian tubuhnya, di perutnya sudah ada darah becucuran… seram. Sadis dan beringas, aku marah dan emosi. Si anjing-anjing biadab itu sudah mmebunuh Loli kecil yang tak berdosa.

        Aku pun membawa jasad Loli pulang dan malam itu pun aku gali tanah di halaman rumahku dan Loli aku kubur malam itu juga. Sambil ditemani oleh ibu dan istriku serta si Moly yang ikut meratapi kepergian saudaranya yang lucu. Sedih banget dan aku berjanji akan menimpuk batu sekeras-kerasnya kepada dua anjing itu kalau lewat depan rumah. Aku pun menatap si Moly , dia terlihat muram dan sedih. Kulihat dia menangis. Yaa, kucing keturunan persia itu terdiam sambil menangis di dekat pusara saudaranya. Aku ikut sedih dan mendoakan semoga Moly ikhlas dengan nasib yang menimpa saudaranya.


         Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak melihat Moly lagi, mungkin dia pergi mencari teman. Aku lihat-lihat benar-benar gag ada tanda-tanda dia habis main di rumah. Lalu aku mendengar info dari pamanku, dia sedang ada di sumur depan rumah. Ternyata disitu dia menemukan bangkai kucing yang bulunya panjang. Kucing itu mati dengan perut membesar karena sudah minum air sumur yang banyak. Aku mengenal kucing itu. Ternyata itu si moly. Yak, akhirnya dia menyusul saudaranya yang telah pergi. Aku pun makin sedih, mengingat dau kucing itu kicing penurut yang lucu dan menggemaskan. Konon moly masuk sumur karena dikejar-kejar sama kucing jantan yang mau ngajak kawin. Ingat, makanya kalau kawin jangan maksa-maksa yah, nanti akibatnya fatal. Itulah pesan yang perlu generasi milenial ingat saat ini, tidak boleh ada kawin paksa. Orang yang nikah (kawin) dengan sukarela aja bisa berakhir cerai apalagi yang dipaksa-paksa. Yaa Rab Yaa Tuhanku ampuni dosa-dosaku karena sudah menulis yang tidak bermutu.

No comments:

Post a Comment

Tipe Orang Mancing

Mancing adalah hiburan yang menyenangkan menurut orang yang hobi mancing. Bagi orang yang gag suka mancing, kegiatan ini hanya terlihat mem...